Megathrust di Indonesia (Gita Tsabita Huwaida)
Apa itu megathrust?
- Megathrust merujuk pada zona subduksi tempat satu lempeng tektonik, biasanya lempeng samudra, menunjam di bawah lempeng lain, seperti lempeng benua, sehingga membentuk sebuah bidang patahan besar yang dangkal.
Bagaimana Megathrust Terbentuk?
• Proses Subduksi: Satu lempeng tektonik meluncur dan menunjam ke bawah lempeng lainnya di sebuah zona subduksi.
• Pembentukan Tekanan: Pergerakan lempeng yang terus-menerus menciptakan penumpukan medan tegangan (regangan) pada bidang kontak antar lempeng.
• Pelepasan Tegangan: Ketika tegangan ini melebihi batas kekuatan batu, ia akan dilepaskan secara tiba-tiba dalam bentuk gerakan yang sangat besar, memicu gempa megathrust.
Penjelasan istilah "Megathrust"
• Mega: Berarti "besar", mengacu pada magnitudo gempa bumi yang dihasilkannya, yang bisa sangat besar.
• Thrust: Berarti "dorongan" atau "tekanan", mengacu pada pergerakan mendorong yang menyebabkan salah satu lempeng terdorong ke atas lempeng lainnya.
Potensi bahaya Megathrust
• Gempa Sangat Besar: Gempa megathrust adalah jenis gempa terkuat yang dapat terjadi, dengan magnitudo yang berpotensi sangat tinggi.
• Tsunami: Karena terjadi di zona subduksi bawah laut, gempa megathrust dapat menyebabkan pergerakan besar pada dasar laut yang memicu gelombang tsunami yang berbahaya.
• Kerusakan Luas: Getaran kuat akibat gempa megathrust dapat menyebabkan kerusakan parah pada bangunan, longsor, dan fenomena seperti likuefaksi tanah.
Contoh Megathrust Di Indonesia
Indonesia, yang terletak di atas jalur subduksi aktif, memiliki pengalaman gempa megathrust yang signifikan. Salah satunya adalah Gempa dan Tsunami Aceh pada 26 Desember 2004, dengan magnitudo 9,1–9,3 yang terjadi di zona subduksi lepas pantai barat Sumatra.
10 yang harus saya lakukan jika ada Megathrust.
1. Tetap tenang dan jangan panik.
➤ Tenangkan diri supaya bisa berpikir jernih.
2. Segera lindungi diri (“Drop, Cover, Hold On”).
> Tunduk ke lantai, berlindung di bawah meja kuat, dan pegang meja sampai guncangan berhenti.
3. Jauhi jendela, lemari, dan benda berat.
> Supaya tidak tertimpa atau terkena pecahan saat jatuh.
4. Keluar dari bangunan dengan hati-hati.
> Jangan pakai lift dan hindari reruntuhan.
5. Pergi ke tempat terbuka yang aman.
> Jauhi bangunan tinggi, tiang listrik, dan pohon besar.
6. Jika berada di dekat pantai, segera lari ke tempat tinggi.
> Megathrust bisa memicu tsunami. Jangan tunggu sirene peringatan.
7. Perhatikan tanda-tanda tsunami.
> Jika air laut surut drastis, segera evakuasi ke tempat tinggi.
8. Pantau informasi dari sumber resmi.
> Dengarkan BMKG atau BNPB melalui radio/HP.
9. Jangan sebarkan berita palsu.
> Hanya bagikan informasi yang sudah pasti kebenarannya.
10. Bantu orang lain jika memungkinkan.
> Tolong anak-anak, lansia, dan orang yang terluka.

Komentar
Posting Komentar