Megathrust di indonesia (charissa)

 




Apa itu Megathrust?

  • Megathrust adalah jenis patahan pada batas subduksi di mana satu lempeng samudera menunjam (menukik) di bawah lempeng benua atau lempeng lain. Ketika tekanan yang terakumulasi di zona tersebut lepas tiba-tiba → gempa besar dan sering disertai tsunami.
  • Di Indonesia, banyak gempa besar yang tercatat berasal dari zona megathrust (misalnya Aceh 2004, Mentawai, Nias)

Zona / Segmen Megathrust di Indonesia

Menurut BMKG / sumber riset terkini:

  • Terdapat 13 segmen megathrust di Indonesia dengan potensi magnitudo besar, misalnya hingga ~9,2

  • Beberapa segmen / zona yang dinamai adalah:
      • Mentawai–Pagai (M ≈ 8,9)
      • Enggano (M ≈ 8,4)
      • Selat Sunda (M ≈ 8,7)
      • Jawa Barat – Jawa Tengah (M ≈ 8,7)
      • Jawa Timur (M ≈ 8,7)
      • Sumba (M ≈ 8,5)
      • Aceh–Andaman (M ≈ 9,2)
      • Nias – Simeulue (M ≈ 8,7)

  • Juga, ada pembagian zona megathrust berdasarkan jalur subduksi di Indonesia, seperti:
      • Zona subduksi Sunda — memanjang melalui perairan selatan Sumatra, Jawa, Bali, Lombok, Sumba
      • Zona subduksi Banda
      • Zona subduksi Sulawesi Utara
      • Zona subduksi Lempeng Laut Maluku & selatan Filipina

  • Ada juga perhatian khusus ke dua zona disebut “paling berbahaya”:
      • Megathrust Selat Sunda
      • Megathrust Mentawai-Siberut

  • Sumber peta / zona megathrust secara keseluruhan biasa dihubungkan dengan peta “Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia (PSHGI)” versi BMKG / BRIN.

🔎 Penyebab Megathrust

  1. Subduksi Lempeng Tektonik

    • Megathrust terbentuk di batas subduksi, yaitu tempat lempeng samudra menunjam ke bawah lempeng benua atau lempeng samudra lain.
    • Contoh di Indonesia: Lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah Lempeng Eurasia di selatan Sumatra–Jawa.
  2. Akumulasi Tekanan

    • Saat lempeng bergerak, bagian batasnya sering “terkunci” (tidak langsung bergeser mulus).
    • Gaya dorong terus terjadi, sehingga energi elastis tersimpan dalam waktu puluhan hingga ratusan tahun.
  3. Pelepasan Energi Mendadak

    • Ketika kekuatan gesekan sudah tidak mampu menahan dorongan, batas lempeng patah atau bergeser tiba-tiba.
    • Pelepasan energi inilah yang menyebabkan gempa bumi megathrust.
  4. Perpindahan Dasar Laut

    • Pergeseran besar di dasar laut mengangkat atau menurunkan permukaan laut.
    • Perubahan ini dapat memicu tsunami, terutama jika pergeseran vertikalnya besar.

🌍 Mengapa Indonesia Rawan?

  • Indonesia berada di cincin api Pasifik dengan banyak zona subduksi:
    • Lempeng Indo-Australia ↔ Lempeng Eurasia (Sumatra–Jawa–Nusa Tenggara).
    • Lempeng Pasifik ↔ Lempeng Filipina / Maluku.
  • Kondisi ini menjadikan Indonesia salah satu negara dengan segmen megathrust terbanyak di dunia. 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Megathrust di Indonesia

Azizah Izandra

Kim Mingyu